Aaron/Soh mendapatkan bye pada babak pertama sehingga berpeluang melangkah lebih jauh di New Delhi. Namun, Aaron menegaskan hasil undian bukan sesuatu yang ingin mereka pikirkan terlalu jauh karena fokus utama tetap pada pertandingan yang ada di depan mata.
Berdasarkan laporan New Straits Times, Jumat (14/8), Aaron/Soh berpeluang menghadapi pasangan peringkat ke-11 dunia sekaligus rekan senegara, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, pada babak 16 besar. Jika skenario tersebut terjadi, pemenangnya berpotensi bertemu pasangan peringkat ke-7 dunia asal China, Chen Bo Yang/Liu Yi, di perempat final.
Kemenangan di babak delapan besar memastikan satu tempat di podium sekaligus membuka peluang pertemuan dengan salah satu dari dua pasangan unggulan teratas di semifinal. Mereka adalah pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, atau wakil Malaysia yang menempati peringkat ke-6 dunia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Terlepas dari berbagai kemungkinan tersebut, Aaron memilih untuk tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi. Ia juga mengaku tidak menetapkan target khusus dan hanya ingin menjalani setiap pertandingan dengan sebaik mungkin di kejuaraan yang digelar di Indira Gandhi Indoor Stadium itu. "Saya belum terlalu memerhatikan hasil undian," ujar Aaron saat ditemui usai sesi latihan di Akademi Bulu Tangkis Malaysia pada Jumat (14/8).
Aaron mengatakan, mereka tidak menetapkan target khusus pada BWF World Championships 2026 dan memilih fokus memberikan penampilan terbaik selama beberapa bulan mendatang. Menurutnya, perhatian mereka juga mulai diarahkan pada persiapan menghadapi kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 yang dimulai tahun depan. "Saya hanya akan bermain. Setelah BWF World Championships, kami akan kembali berpasangan dengan pemain lain, jadi selama beberapa bulan ini, siapa pun pasangan kami, kami akan tetap bermain," katanya.
Atlet berusia 29 tahun itu juga menepis kekhawatiran, perombakan pasangan yang dilakukan Malaysia dalam beberapa turnamen terakhir akan memengaruhi kekompakannya bersama Soh. Menurut Aaron, pengalaman panjang mereka sebagai pasangan menjadi bekal penting untuk kembali menemukan ritme permainan.
Aaron/Soh yang mempersembahkan gelar juara dunia pertama bagi Malaysia pada 2022 di Tokyo, Jepang, sempat dipisahkan dalam rangkaian BWF World Tour baru-baru ini. Langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, yang melakukan perombakan sejumlah pasangan.
Dalam periode tersebut, Aaron berpasangan dengan Aaron Tai dan berhasil menjadi runner-up Taiwan Open 2026. Sementara itu, Soh tampil bersama Man Wei Chong dan menempati posisi runner-up Korea Masters 2026.
Meski demikian, Aaron tidak melihat perubahan tersebut sebagai persoalan besar. Ia yakin, pengalaman bertahun-tahun bersama Soh akan memudahkan mereka kembali membangun kekompakan dan menemukan ritme permainan saat tampil di BWF World Championships 2026. "Menurut saya itu bukan masalah besar karena saya dan Wooi Yik sudah bertahun-tahun berpasangan. Berpisah selama beberapa bulan tidak akan banyak berpengaruh," tegasnya.
"Tidak ada hal baru yang perlu disesuaikan secara khusus. Kami berdua adalah pemain berpengalaman, jadi menurut saya tidak banyak hal yang perlu dipersiapkan dengan cara berbeda," Aaron, menambahkan.
Saat ditanya apakah ia merasakan tekanan menjelang kejuaraan tersebut, Aaron menjawab singkat, "Tidak."



