BWF World Championships 2026 menjadi ajang kompetitif pertama An setelah ia mundur dari babak kedua Japan Open 2026, pertengahan Juli lalu, akibat cedera kaki kiri. Sejak itu, tunggal putri nomor satu dunia tersebut menjalani proses pemulihan sebelum kembali meningkatkan intensitas latihan.
Pada akhir Juli lalu, An sempat menyatakan kondisinya hampir pulih sepenuhnya dan memastikan kesiapan untuk tampil di BWF World Championships 2026. Kini, ia mengungkapkan telah mengikuti seluruh sesi latihan secara penuh sebagai bagian dari persiapan menuju New Delhi, meski rasa nyeri pada kaki kirinya masih sesekali dirasakan. "Fokus saya adalah mengembalikan kembali feeling bertanding," ujarnya di Bandara Internasional Incheon, sebagaimana dilaporkan Yonhap pada Jumat (14/8).
"Saya sudah banyak berlatih, tetapi situasi saat pertandingan sesungguhnya tentu sangat berbeda. Biasanya, saya baru benar-benar menemukan ritme permainan seiring berjalannya turnamen. Karena itu, menurut saya, menghilangkan kekakuan setelah cukup lama tidak bertanding akan menjadi salah satu faktor kunci dalam kompetisi ini," An, menjelaskan.
Atlet berusia 24 tahun itu mengakui, kondisinya belum sepenuhnya terbebas dari rasa sakit. Namun, ia menegaskan masih mampu menoleransi rasa nyeri tersebut dan tidak ingin menjadikannya sebagai penghalang untuk tampil di BWF World Championships 2026. "Saya sering mengalami trauma psikologis setelah cedera. Ada kalanya saya tidak menggerakkan tubuh seperti biasanya dan akhirnya merasa canggung atau tidak nyaman," tuturnya.
"Saya agak khawatir soal itu. Namun, seiring berjalannya turnamen, saya rasa saya akan mampu melakukan penyesuaian," An, kembali menegaskan.
Berdasarkan laporan kantor berita Korea Selatan itu, An meraih gelar juara dunia pertamanya sekaligus satu-satunya hingga saat ini pada edisi 2023, sekaligus mencatat sejarah sebagai tunggal putri Korea Selatan pertama yang menjuarai ajang bergengsi tersebut. Setahun kemudian, ia melengkapinya dengan medali emas Olimpiade Paris 2024. Namun, langkah An pada BWF World Championships 2025 terhenti di semifinal setelah dikalahkan Chen Yu Fei dari China sehingga harus puas dengan keping perunggu.
Kekalahan dari Chen tersebut menjadi satu-satunya noda dalam perjalanan luar biasa An sepanjang 2025. Pada musim itu, ia mencatat persentase kemenangan tertinggi dan pendapatan hadiah uang terbanyak yang pernah diraih seorang pemain tunggal dalam satu musim, sekaligus menyamai rekor 11 gelar internasional dalam satu tahun.
Performa gemilang tersebut berlanjut pada musim 2026. Dari enam turnamen Tur Dunia BWF pertama yang diikutinya, An berhasil meraih lima gelar juara dan satu kali menjadi runner-up. Catatan tersebut menjadi modal kuat bagi pemain nomor satu dunia itu untuk kembali memburu titel juara dunia di New Delhi.
Salah satu rival utama An adalah Akane Yamaguchi, pemain peringkat ke-2 dunia sekaligus juara bertahan yang juga peraih gelar juara pada edisi 2021 dan 2022. Meski Yamaguchi unggul dalam rekor pertemuan secara keseluruhan, An justru berhasil memenangi lima pertemuan terakhir mereka.
An juga memiliki catatan positif saat menghadapi Chen, dengan meraih empat kemenangan beruntun atas pemain "Negeri Tirai Bambu" tersebut yang merupakan runner-up BWF World Championships 2025. Sementara itu, Wang Zhi Yi, tunggal putri peringkat ke-3 dunia asal China, hanya mampu mengalahkan An sekali dalam 13 pertemuan terakhir sejak Januari 2025.
Setelah BWF World Championships 2026, An langsung mengalihkan fokus untuk mempertahankan medali emas Asian Games pada September mendatang di Jepang. Dengan hampir seluruh pesaing utamanya berasal dari negara-negara Asia, An menyadari perjuangan untuk mempertahankan gelar tersebut dan meraih medali emas Asian Games kedua secara beruntun akan menjadi tantangan yang tidak mudah. "Saya sangat ingin meraih hasil yang sama seperti sebelumnya. Saya yakin bisa mewujudkannya, jika saya memberikan yang terbaik," demikian An.



