Kejuaraan Dunia 2026 - Persaingan Lintas Generasi di Tunggal Putra

Shi Yu Qi (Djarum Badminton)
Shi Yu Qi (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Sektor tunggal putra tengah memasuki fase pergantian generasi, ditandai dengan munculnya sejumlah pemain muda yang mulai memantapkan posisi di jajaran elite dunia. Meski pemain berpengalaman seperti Chou Tien Chen, Shi Yu Qi, dan Anders Antonsen, masih menjadi penantang utama pada BWF World Championships 2026 yang berlangsung di New Delhi, 17–23 Agustus, persaingan edisi tahun ini juga diramaikan oleh kian banyaknya bintang muda yang berpotensi memperebutkan gelar juara.

Nama-nama seperti Christo Popov, Victor Lai, Alex Lanier, Alwi Farhan, dan Toma Junior Popov, diperkirakan bakal menambah warna persaingan di ibu kota India tersebut. Namun, pengalaman para pemain senior tetap menjadi faktor penting karena mereka telah membuktikan bahwa panggung BWF World Championships 2026 tidak hanya menjadi milik pemain muda yang penuh energi, tetapi juga para pemain berpengalaman dengan kemampuan membaca permainan dan strategi yang matang.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), melalui lamannya pada Jumat (14/8), menyoroti lima tunggal putra yang patut diperhatikan dalam persaingan memperebutkan gelar BWF World Championships 2026.

Shi Yu Qi
Performa Shi sepanjang musim ini memang belum terlalu menonjol. Tunggal putra China tersebut baru mengoleksi satu gelar, yaitu Badminton Asia Championships 2026. Namun, statusnya sebagai juara bertahan membuat Shi tetap menjadi salah satu pemain yang paling diperhitungkan. Ia memiliki kemampuan untuk meningkatkan level permainan ketika menghadapi pertandingan besar, sebagaimana ditunjukkannya dalam berbagai kesempatan. Setelah tampil tenang saat membantu China merebut gelar Piala Thomas, Shi kembali menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mempertahankan gelar juara dunia.

Kunlavut Vitidsarn
Terlepas dari performanya menjelang turnamen besar, Kunlavut memiliki kemampuan istimewa untuk menemukan bentuk permainan terbaik ketika berada di panggung utama. Pemain Thailand tersebut telah mencapai final dalam tiga edisi BWF World Championships serta Olimpiade Paris 2024. Musim 2026 memang diwarnai performa yang naik-turun, meski ia mengawali tahun dengan menjuarai Malaysia Open. Namun, rekam jejak tersebut menjadi alasan kuat untuk tidak mengesampingkan peluang Kunlavut kembali tampil gemilang di New Delhi.

Christo Popov
Kemenangan di BWF World Tour Finals 2025 menjadi bukti, Christo Popov mampu bersaing dan memenangkan turnamen bergengsi. Setelah turut membawa Prancis meraih medali perak bersejarah di Piala Thomas, juara Eropa tersebut melanjutkan momentum dengan menjuarai Japan Open 2026. Hasil itu menjadi modal ideal menuju Kejuaraan Dunia. Dengan permainan yang komplet, kecepatan, serta kemampuan mengontrol jalannya pertandingan, Popov berpeluang mencetak sejarah baru bagi Prancis di India.

Victor Lai
Pebulu tangkis Kanada ini menjadi salah satu kejutan pada BWF World Championships 2025 di Paris, Prancis. Sejak saat itu, reputasinya terus meningkat. Lai menjalani musim 2026 dengan impresif setelah mencapai semifinal dalam tiga turnamen level Super 1000 dan merebut gelar di Polytron Indonesia Open 2026. Ia juga mencapai semifinal India Open 2026 di arena yang sama dengan lokasi Kejuaraan Dunia tahun ini. Pengalaman tersebut membuat Lai memiliki modal kepercayaan diri untuk kembali menciptakan kejutan.

Anders Antonsen
Dengan koleksi empat medali dari lima edisi terakhir, Anders Antonsen merupakan salah satu pemain paling konsisten dalam sejarah BWF World Championships. Pemain Denmark tersebut telah meraih satu gelar juara dari dua final yang dicapainya sepanjang musim kompetisi 2026. Meski performanya dalam beberapa turnamen terakhir belum selalu mencerminkan kemampuan terbaiknya, pengalaman, dan konsistensinya, di panggung BWF World Championships, membuat peluang Antonsen untuk kembali naik ke podium tetap sulit diabaikan.

Selain lima nama tersebut, BWF juga menyoroti sejumlah tunggal putra lain yang patut diperhatikan di New Delhi, yakni Chou Tien Chen dari Taiwan, Alex Lanier (Prancis), Alwi Farhan (Indonesia), serta Panitchaphon Teeraratsakul (Thailand). Dari kubu tuan rumah, Lakshya Sen dan Ayush Shetty juga berpotensi menjadi penantang yang memberikan kejutan di hadapan publik India.