Polytron Pontianak IM 2026 - Delapan Wakil Tuan Rumah Kejar Empat Besar

Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Indonesia Masters ‐ Created by EL

Pontianak | Tuan rumah Indonesia meloloskan delapan wakil ke perempat final Polytron Pontianak Indonesia Masters (IM) 2026. Mereka bakal bersaing memperebutkan tiket ke semifinal dalam rangkaian pertandingan yang berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (4/9), mulai pukul 13:30 WIB.

Satu tempat di babak empat besar telah dipastikan menjadi milik tuan rumah setelah tercipta duel sesama ganda campuran Indonesia. Laga tersebut mempertemukan Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dengan Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana. Pertandingan ini menjadi pertemuan kedua bagi kedua pasangan dalam dua pekan terakhir. 

Dejan/Apri menundukkan Verrell/Bernadine pada babak 16 besar Polytron Pontianak International Challenge 2026, pekan lalu, yang kemudian melanjutkan perjalanan hingga merebut gelar juara turnamen berlevel International Challenge tersebut.

Selain duel sesama pasangan Indonesia tersebut, sektor ganda campuran juga masih menyisakan dua wakil tuan rumah lainnya, yakni Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dan Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti. Kedua pasangan akan menghadapi wakil Taiwan dalam upaya melanjutkan langkah ke babak empat besar.

Indonesia juga menempatkan empat wakil lainnya di sektor berbeda, yaitu dua tunggal putra Richie Duta Richardo dan Dendi Triansyah, pasangan ganda putra Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo, serta ganda putri Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo. Mereka akan berusaha menyusul langkah wakil Indonesia lainnya untuk memastikan tempat di semifinal turnamen level BWF Tour Super 100 tersebut.

Namun, tuan rumah gagal meloloskan satu pun wakil di sektor tunggal putri ke perempat final setelah Chiara Marvella Handoyo dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi sama-sama mengalami kekalahan di babak 16 besar. "Kalau kita lihat banyak pemain muda juga yang tampil di sini. Jadi, kalau ditanya kemungkinan menang atau kalah, 50-50. Bahkan mereka bukan unggulan utama, jadi ada kemungkinan kalah, iya," tanggap Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak IM 2026, Yuni Kartika, kepada wartawan, di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kamis (3/9).

"Tapi kita berharap tetap ada wakil di final. Kita bergantung dengan Dejan/Apri yang cukup senior. Juga ada Bagas/Indah, yang walau baru masuk ke sektor ganda campuran, tetapi kita berharap senioritas mereka bisa membawa mereka ke partai puncak," jelasnya.

Yuni menilai, jika Indonesia pada akhirnya gagal menempatkan wakil di final, hasil tersebut harus diterima sebagai bagian dari evaluasi untuk memperbaiki kualitas dan melangkah lebih baik ke depan. 

Di sisi lain, lanjutnya, penyelenggaraan Polyltron Pontianak IM 2026 juga menjadi salah satu sarana penting bagi para pemain muda untuk menambah pengalaman bertanding. Dengan digelarnya turnamen di dalam negeri, para pemain memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkompetisi tanpa harus menghadapi sejumlah kendala yang kerap muncul saat mengikuti turnamen di luar negeri, seperti kebutuhan peringkat dan biaya perjalanan.

"Level Super 100 ini kita gelar di sini, supaya mereka juga melihat sejauh mana perkembangan mereka, perbedaan mereka dengan pemain luar negeri. Ini, kan, yang pertama Super 100 di tahun 2026. Jadi ini akan membawa dampak yang sangat banyak dari sisi penyelenggaraan, dari sisi prestasi, dan dari sisi evaluasi tentunya, nanti para pelatih melihat penampilan anak-anak di sini," demikian Yuni.