"Pertandingan hari ini, puji Tuhan diberi kemenangan. Kekalahan di Jepang minggu lalu coba dievaluasi kenapa dan tadi coba direvisi," kata Raymond melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Sementara itu, Joaquin menilai penampilannya bersama Raymond sudah cukup baik. Ia mengakui sempat berupaya mengejar ketertinggalan pada gim kedua, tetapi sejumlah kesalahan sendiri, terutama pada poin-poin krusial, membuat peluang mereka lepas. "Di gim ketiga kami berusaha fokus lagi, tidak memikirkan yang sudah terjadi, reset dari nol pikirannya dan puji Tuhan berhasil memegang kendali lagi dan menang," katanya.
Pada babak kedua, Raymond/Joaquin akan menghadapi pasangan tuan rumah sekaligus unggulan ketujuh, Chen Bo Yang/Liu Yi. Meski tak membeberkan strategi yang akan diterapkan, Raymond mengaku termotivasi oleh keberhasilan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026 pada pekan lalu dan ingin mengikuti jejak seniornya tersebut.
Adapun bagi Joaquin, kesempatan tampil di seluruh turnamen BWF World Tour Super 1000 sepanjang musim ini menjadi pengalaman berharga bagi dirinya dan Raymond. Ia berharap mampu menutup rangkaian turnamen level tertinggi tersebut dengan hasil maksimal demi meningkatkan kepercayaan diri. "Tapi kami tahu tidak akan mudah step by step-nya, jadi kami mohon doa dan dukungan," pungkasnya.



