Kedua pasangan tersebut kali terakhir tampil pada BWF World Championships 2023 di Kopenhagen, Denmark. Saat itu, Watanabe/Higashino meraih keping perunggu, sedangkan langkah Taerattanachai/Puavaranukroh terhenti di perempat final. Setelah itu, perjalanan keduanya memasuki babak baru.
Kemitraan sukses Taerattanachai/Puavaranukroh berakhir setelah Olimpiade Paris 2024. Sejak dipasangkan dengan Pakkapon Teeraratsakul, 21 tahun, pada Hong Kong Open 2025, Taerattanachai mengambil peran sebagai pemain yang lebih senior untuk mendampingi sekaligus membimbing salah satu pasangan ganda campuran "Negeri Gajah Putih" yang tengah berkembang.
Tren positif mulai terlihat dari Taerattanachai/Teeraratsakul. Menjelang akhir musim kompetisi 2025, mereka melangkah ke partai puncak Syed Modi International. Performa mereka berlanjut pada musim kompetisi 2026 dengan mencapai final Malaysia Masters serta perempat final All England, membuat gelar juara pertama sebagai pasangan terasa semakin dekat.
Bagi Taerattanachai yang kini berusia 33 tahun, perannya bersama Teeraratsakul tidak sebatas memberikan arahan teknis. Saat pertandingan berlangsung, pengalaman menjadi modal penting bagi Taerattanachai untuk membantu partner mudanya tetap tenang dan menjaga fokus ketika menghadapi situasi sulit. "Karena dia masih butuh lebih banyak pengalaman, saya berusaha membimbing dan memberinya saran," ujar Taerattanachai, sebagaimana dilaporkan Federasi Bulu Tangkis Dunia melalui lamannya pada Rabu (12/8).
"Terkadang dia kurang percaya diri. Saya berusaha mendukungnya dan mengajarinya seluk-beluk nomor ganda campuran. Jika dia melakukan kesalahan, saya hanya bilang, 'Tidak apa-apa, fokus ke poin berikutnya, berikan yang terbaik di setiap reli'," tambahnya.
Taerattanachai juga mendapatkan motivasi dari upayanya membantu Teeraratsakul berkembang di level tertinggi. "Tujuan saya adalah berusaha mengantarkannya naik ke podium," ungkapnya.
Sementara itu, Watanabe kembali ke BWF World Championships kali ini bersama Maya Taguchi, pemain berusia 19 tahun yang menjadi partnernya setelah ia dan Higashino meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024. Setelah meraih sejumlah hasil positif di turnamen level lebih rendah, Watanabe/Taguchi menuju BWF World Championships 2026 di New Delhi, India, dengan modal dua gelar juara beruntun di Tur Dunia BWF, yaitu Taipei Open 2026 dan Korea Masters 2026.
Meski memiliki segudang pengalaman di panggung internasional, Watanabe tidak ingin menempatkan dirinya sebagai pemimpin dalam kemitraan tersebut. Ia memilih membangun hubungan yang setara dengan Taguchi sekaligus memberikan ruang bagi partner mudanya untuk berkembang melalui pengalaman bertanding bersama. "Saya tidak menyangka akan bermain di India dan saya sangat antusias," ungkapnya.
"Kami adalah mitra yang setara. Tidak ada senioritas. Di lapangan, kami adalah pesaing yang sejajar. Kami banyak berlatih bersama," tegas Watanabe.
Di sisi lain, Taguchi mengaku mengagumi salah satu kualitas yang paling menonjol dari partner yang memiliki jam tinggi tersebut. Pengalaman Watanabe di berbagai ajang besar menjadi salah satu sumber pembelajaran penting bagi pemain muda Jepang itu dalam menjalani persaingan di level elite. "Dia sangat antusias. Itu adalah sifat yang penting," ujarnya.
Bagi Taerattanachai dan Watanabe, panggung dunia mungkin bukan lagi wilayah yang asing. Namun, keikutsertaan mereka kali ini menghadirkan tantangan yang berbeda karena keduanya tidak hanya berjuang untuk meraih prestasi, tetapi juga mengemban peran baru dalam membantu partner muda berkembang dan bersaing dengan para pemain elite yang telah lebih dulu mapan di dunia olahraga pukul bulu ini.



