Penilaian tersebut disampaikan mantan ganda putra Malaysia, Razif Sidek, yang menjuarai Indonesia Open bersama saudaranya, Jalani Sidek, pada edisi 1988 dan 1990. Menurut Razif, keberhasilan Goh/Izzuddin mengatasi tekanan di Istora menunjukkan kualitas mental yang semakin matang. Ia meyakini, ketangguhan tersebut akan menjadikan mereka sebagai salah satu kandidat kuat dan pasangan yang patut diperhitungkan pada BWF World Championships 2026 di New Delhi, India, 17–23 Agustus.
Pada partai puncak yang berlangsung Minggu (7/6), Goh/Izzuddin menunjukkan ketangguhan mental mereka dengan bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan pasangan tuan rumah, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Setelah kehilangan gim pertama, mereka membalikkan keadaan dan meraih kemenangan 13-21, 21-18, 21-10 dalam pertandingan berdurasi 49 menit.
Keberhasilan itu sekaligus menjadi kemenangan kedua Goh/Izzuddin atas Raymond/Joaquin di Istora sepanjang musim ini. Sebelumnya, mereka juga keluar sebagai pemenang saat menghadapi pasangan muda "Merah Putih" tersebut pada final Indonesia Masters 2026 yang digelar di tempat yang sama pada awal tahun.
"Para penonton (di Jakarta) sangat dekat dengan lapangan, sehingga setiap teriakan, cemoohan, dan reaksi, dapat terdengar jelas oleh para pemain. Penonton sangat fanatik dan terkadang bisa menjadi sangat intens atau emosional. Namun, itu adalah bagian tak terpisahkan dari bermain di turnamen besar, para pendukung ingin pemain tuan rumah mereka menang," kata Razif, dilansir New Straits Times, Selasa (9/6).
Ia juga menilai, keberhasilan Goh/Izzuddin menjuarai turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 tersebut, setelah meraih gelar juara Indonesia Masters 2026 di arena yang sama, berawal dari kemampuan mereka menjaga fokus dan konsistensi permainan sejak babak awal hingga partai puncak. "Jika mereka mampu mengatasi suasana seperti itu dan tetap tampil maksimal, itu menunjukkan karakter dan ketangguhan mental yang sesungguhnya. Jika mereka bisa melakukannya di Istora Senayan, mereka bisa melakukannya di mana saja," katanya.
"Serangan mereka tajam, sementara pertahanan mereka juga sama mengesankannya," Razif, menambahkan.
Di sisi lain, pencapaian Goh/Izzuddin itu menjadi sinyal yang sangat positif menjelang BWF World Championships 2026. Menurutnya, mereka telah membuktikan diri sebagai salah satu pesaing utama di level tertinggi dan layak diperhitungkan dalam perebutan gelar juara dunia. "Sekarang kuncinya adalah mempertahankan level ini secara konsisten," pesannya.
Razif menyoroti, kemampuan Goh/Izzudin dalam mengalahkan pasangan Korea Selatan nomor satu dunia, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, di babak empat besar merupakan pernyataan kuat lainnya bahwa mereka berada di jalur yang tepat untuk kejuaraan dunia. "Permainan servis Izzuddin sangat bagus, sementara Sze Fei luar biasa di depan. Secara keseluruhan, permainan mereka solid, disiplin, dan sangat matang sepanjang turnamen," tegasnya.
Goh/Izzuddin, lanjut Razif, memiliki seluruh elemen yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi, mulai darikualitas teknik, pemahaman taktik, hingga kepercayaan diri, untuk mengalahkan pasangan mana pun pada hari terbaik mereka. Hal itu telah dibuktikan saat mereka menyingkirkan Kim/Seo yang sejak 2025 menjadi salah satu pasangan unggulan di panggung dunia. Karena itu, ia meyakini Goh/Izzuddin memiliki kemampuan sekaligus mentalitas seorang juara. "Gelar ini milik mereka karena mereka mendapatkannya melalui konsistensi, ketenangan, dan penampilan berkualitas," puji Razif.
Goz/Izzuddin mengakhiri penantian Malaysia selama 18 tahun untuk meraih gelar ganda putra pada Indonesia Open, yang terakhir dimenangkan oleh Zakry Latif/Fairuzizuan Tazari. Ini adalah gelar juara level Super 1000 kedua mereka setelah China Open 2024. Performa mereka yang tepat waktu datang pada saat pasangan peringkat ke-3 dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dan peringkat 6 dunia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun. tampil tidak konsisten, yang menyebabkan pelatih kepala pelatih ganda putra Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia, Herry Iman Pierngadi, merombak susunan pasangan.


