Leo/Daniel, yang menjadi turnamen di Negeri "Gajah Putih" ini sebagai ajang "comeback" mereka, melaju ke final setelah menyingkirkan pasangan China, He Ji Ting/Ren Xiang Yu, di babak empat besar, Sabtu (16/5). Bertanding di Nimibutr Stadium, Bangkok, Leo/Daniel menang dua gim langsung 21-15, 21-18 dalam durasi 44 menit. "Saya pasti senang banget bisa mencapai final sama Daniel lagi. Apresiasi dan salut untuk dia yang bisa langsung ke final di turnamen pertama setelah absen satu tahun, itu bagus banget," kata Leo melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Leo memuji aksi Daniel pada poin krusial kedudukan 15-13 di gim kedua, ketika pasangannya itu mampu menetralisir serangan He/Ren meski sempat terjatuh sebelum bangkit dan menyambar kok di depan net untuk memenangkan reli penting tersebut. "Sementara saya tadi coba siap saja karena posisinya di belakang, kalau tiba-tiba lewat harus bisa cover," ujarnya.
Sementara itu, Daniel berpendapat, kunci kemenangan mereka terletak pada fokus permainan yang terus terjaga sepanjang pertandingan, tidak mudah lengah, serta mampu mengantisipasi pola-pola permainan He/Ren, sambil tetap berusaha menerapkan strategi yang telah disiapkan. "Tidak menyangka bisa ke final, tapi bersyukur puji Tuhan," tuturnya.
"Kami, kan, sudah pernah berpasangan walaupun sempat berpisah, tapi sekarang pas disatukan lagi tidak banyak adaptasi lagi. Sekarang kami juga punya tujuan yang sama, ingin juara bareng-bareng jadi lebih enak, lebih klop," Daniel, menjelaskan.
Ia juga menyatakan, mereka tidak ingin cepat puas dengan hasil saat ini karena masih ada pertandingan final yang harus dijalani, serta banyak turnamen lain ke depan yang perlu mereka waspadai.
Menjelang laga final menghadapi Rankireddy/Shetty, secara Leo menilai, mereka harus tampil lebih waspada dari segala aspek permainan. "Serangan mereka harus diantisipasi dengan kondisi lapangan yang rasanya setiap hari berbeda dari arah anginnya, shuttlecocknya jadi kami harus terus siap," pungkasnya.


