Pasangan peraih titel runner-up Orléans Masters 2026 dan gelar juara European Championships 2026 itu sempat membuka keunggulan jauh 17-10 pada gim ketiga. Namun, Cheng/Zhang mampu bangkit dan memperkecil selisih poin untuk kembali memberikan tekanan menjelang akhir pertandingan. "Kami memulai pertandingan dengan terlalu lambat dari segi tempo dan kekuatan pukulan, sementara mereka bermain sangat cepat sehingga kami sedikit terkejut," tutur Bøje, dilansir laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jumat (16/5).
"Namun, setelah itu, kami mampu beradaptasi dan bangkit pada gim pertama, jadi itu menjadi hal yang cukup positif bagi kami," Bøje, menambahkan.
Ia juga menilai, Cheng/Zhang tampil dengan tempo sangat cepat dan memiliki kualitas permainan yang baik dalam situasi servis. Menurutnya, saat Cheng/Zhang memegang servis, ia dan Christiansen cukup kesulitan menemukan pengembalian yang baik untuk memulai reli. "Jadi, ya, menurut saya mereka adalah pasangan yang sangat bagus," pujinya.
Pada partai final Thailand Open 2026, Minggu (17/5), Mathias Christiansen/Alexandra Bøje akan menghadapi pasangan China, Zhu Yi Jun/Li Qian. Zhu/Li melaju ke final setelah menyingkirkan pasangan favorit tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, lewat pertarungan tiga gim 21-17, 10-21, 21-18 dalam durasi 54 menit. "Sungguh luar biasa bisa mencapai final. Suasananya juga sangat menyenangkan karena banyak penonton hadir dan mereka tampak menikmati kemenangan kami," tanggap Christiansen.
Berikut rangkaian pertandingan final Thailand Open 2026:
- Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang/1) vs. Bao Li Jing/Zi Han Cao (China)
- Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India/1) vs. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (Indonesia)
- Akane Yamaguchi (Jepang/1) vs. Chen Yu Fei (China/2)
- Anders Antonsen (Denmark/3) vs. Kunlavut Vitidsarn (Thailand/2)
- Zhu Yi Jun/Li Qian (China) vs. Mathias Christiansen/Alexandra Bøje (Denmark/2)


